2009年9月18日金曜日

Awal Musim Gugur

Akhirnya musim gugur datang juga. Kota Tamano tidak sedingin kota lain di Jepang. Hari ini pun hanya 25 derajat Celcius di pukul A.M. 10.30 waktu Jepang. Pagi-pagi memang terasa dingin, kami sudah mengeluarkan selimut musim dingin dari lemari. Siang hari masih terasa kehangatan sinar matahari. Masih banyak orang yang memakai baju lengan pendek di luar.

Kami masih bisa bermain di pantai pada minggu pertama bulan September.

Shibukawa Beach 3
Shibukawa Beach 1
いよいよ秋ですが、まだ海で遊べました。玉野市は他のところより暖かいと思います。今でもまだ25度です。

Minggu kedua bulan September, kami berwisata naik bukit kecil di daerah Uno. Dari rumah kami naik sepeda, dilanjutkan berjalan kaki sampai ke atas. Diawali dengan rimbunnya pohon bambu, beberapa petak kuburan penduduk setempat, dan pohon-pohon lainnya yang lebat. Terdengar kicauan burung dan gemericik air terjun di kejauhan di bawah kami. Tapi sayang kami tidak bisa mencapai lokasi air terjun, karena jalannya ditutup untuk umum. Beberapa kupu-kupu beterbangan di dalam hutan, memberi warna indah di sela-sela dedaunan yang hijau. Ya, daun-daun pepohonan masih hijau dan lebat seakan musim gugur belum menyentuh daerah ini.

Narutakien 5
9月13日に山登りしました。家から自転車で出発して、そのあと歩きました。最初は竹の森を通りました。上にあがるとちょうも見えました。
Narutakien 2
Narutakien 1

Bersyukur kepada Tuhan yang memberikan alam yang indah dan kesehatan kepada kami sehingga kami bisa menikmatinya. Di dalam hutan di puncak bukit ini, kami bisa menceritakan tentang binatang dan tumbuhan dengan lebih mudah. Anak-anak kami sangat menyukai perjalanan seperti ini.

Musim Panas Terlalu Pendek?

Tidak terasa natsu yasumi (liburan musim panas) telah berakhir. Anak-anak kembali bersekolah. Orang tua kembali bekerja. Kesibukan telah kembali dimulai. Kami telah menghabiskan liburan dengan mengantar anak-anak bermain ke banyak tempat.

Kami telah ke pantai saat udara sangat panas....

Uno Pantai
夏休みはあっという間に終わりました。とても短かったと思いました。子供たち遊ばせて色々な所へ連れて行きました。例えば海。。。
Uno Pantai
暑い日に泳ぐときもちですね。

Berjalan-jalan di taman....
Kojima 1
Kojima 4
Kojima 3
自然環境体験公園へ。。。
動物園も
井倉洞も
でも時期が終わって、新しい季節が来ました。秋にもいろいろな奇跡やが持ちます。
今年の秋こそ新しい経験をむかいましょう。

Masih ingin bermain di musim panas yang energik dan penuh keceriaan. Tapi waktunya sudah berakhir. Datanglah musim yang baru. Musim gugur pun menyimpan keajaibannya tersendiri. Ayo mencoba sesuatu yang baru di musim gugur tahun ini.

2009年9月10日木曜日

Satu Juta Pohon Bunga Matahari

Awal bulan ini kami pergi ke daerah Kasaoka untuk melihat bunga matahari. Karena suamiku tidak tahu rute yang harus dilalui jika mengendarai mobil sendiri, kami menempuh perjalanan dengan kereta api. Ini merupakan salah satu rekreasi yang disukai anak-anak, naik kereta! Perjalanan selama 2 jam tidak terasa lama, karena anak-anak tidak berhenti bercerita dan bermain bersama aku dan ayahnya. Setiba di Kasaoka Station, perjalanan selanjutnya dengan taksi. Akhirnya kami sampai disini, di tengah hamparan bunga matahari.

Kasaoka 2
電車で笠岡まで行きました。広い広いひまわり畑を見に行きました。一万本のひまわりが咲いていたが、残念ながら水がたりなかったのでほとんど下向いて元気ありませんでした。

Ada 1 juta pohon bunga matahari disini. Penyiraman terakhir lahan seluas 10 hektar ini akhir bulan Agustus lalu. Ketika kami datang tanggal 5 September, tanah telah menjadi kering kerontang dan ribuan bunga matahari menunduk ke bawah.

Kasaoka 3

Kasaoka 1
とても日差しが強い日でした。

Kami berkeliling mencari bunga yang masih segar. Hanya beberapa saja....

Kasaoka 4

Tapi juga harus berhati-hati. Ribuan lebah berputar-putar di lahan ini.

Kasaoka 6
蜂に刺されないように気お付けていました。

2009年9月1日火曜日

Sekolah lagi!!!

Hari ini hari pertama Hiro kembali ke TK setelah hampir 1,5 bulan menikmati natsu yasumi (liburan musim panas). Sebelumnya Hiro selalu bertanya, "Kenapa ga berangkat ke sekolah, Mama?" Dia rupanya sudah menikmati suasana sekolah, dan liburan ini terasa membosankan buat dia. Ketika kemarin aku mengatakan bahwa besok hari akan kembali ke sekolah, dia terlihat senang.

Pagi ini seperti biasanya tidak sulit membangunkannya. Dia akan terbangun sendiri dan melompat turun dari tempat tidur pada jam 7 pagi. Setelah makan pagi dan sikat gigi, aku mengganti pakaiannya. Ooopss... seharusnya sudah bisa berganti pakaian sendiri, tapi pagi ini aku sangat terburu-buru. Akhirnya 20 menit sebelum bel TK berbunyi, aku selesai mengangkut semua perlengkapan sekolah, menaikkan 2 anak di atas sepeda, dan mengayuhnya ke sekolah Hiro.

Untung semalam aku sudah menyiapkan semua barang yang harus dibawa ke sekolah pada hari pertama. Seperti uwabaki (上履き:sepatu khusus untuk di dalam ruangan), zabuton (座布団:bantal alas duduk), zoukin (雑巾:lap tangan) 3 lembar buatan sendiri, dan lain-lain. Total aku membawa 3 buah tas untuk memasukkan semuanya. Bisa dibayangkan betapa penuhnya keranjang sepedaku. Sambil mengayuh sepeda aku pun menggendong tasku sendiri, yang berisi dompet, ponsel, air minum Haruka dan handuk untuk menyeka keringat.

Tiba di sekolah Hiro menjadi sedikit gugup. Kepala Sekolah berdiri di depan gerbang menyalami setiap anak. Hiro sama sekali tidak bersuara, walaupun Kepala Sekolah menyapanya, "Ohayo, Hiro kun. Hisasiburi ne." Artinya: "Selamat pagi, Hiro. Lama tidak jumpa ya".


Aku membantunya meletakkan semua barang-barangnya. Hiro terlihat tegang, dia hampir-hampir tidak bergerak jika aku tidak menarik tangannya. Padahal sebelum natsu yasumi, dia terbiasa melakukannya sendiri. Beberapa anak kulihat menangis saat ditinggal ibunya pulang. Hmmm, rupanya anak-anak lain pun gugup setelah liburan panjang. Saat aku pamit pulang, Hiro hanya terdiam. Sampai aku melambaikan tangan di gerbang pun aku tidak melihatnya menangis. Puji Tuhan, aku bisa sedikit lega meninggalkannya. Pasti sebentar lagi dia akan terbiasa kembali dengan suasana sekolahnya. Satu jam lagi aku akan kembali menjemputnya. Pasti banyak cerita baru dari Hiro tentang liburan teman-temannya.

2009年8月30日日曜日

Lonely Week End

Sebenarnya ini bukan kali pertama suami meninggalkan rumah beberapa malam. Sejak kami menikah, dia beberapa kali harus bermalam di luar kota bahkan luar negri untuk urusan penelitian (ketika masih kuliah pascasarjana), pentas kesenian atau pekerjaan. Tapi tetap saja hari terasa panjang dan membosankan tanpa mantan pacar. Apalagi biasanya kami selalu mengunakan week end sebagai acara keluarga. Ini sangat menyenangkan, karena ayah anak-anak selalu membawa kami pergi keluar. Tentu saja ini menjadi refreshing time yang sangat berharga, untuk membuang kepenatan mengasuh 2 anak dan mengurus rumah tangga selama seminggu.

Jumat kemarin dia pamit untuk ke Tokyo selama 2 hari 2 malam.  Kepergiannya atas undangan teman-teman dari KBRI untuk pentas kesenian di 2 tempat berbeda selama 2 hari (Sabtu dan Minggu). Dia akan memainkan kendang bersama seorang pemain lain memainkan Rampak Kendang. Ini adalah kesenian asli daerah Jawa Barat. Kalau aku ingat kembali ini pentas pertamanya setelah lulus pascasarjana. Berarti sudah 2 tahun lebih dia kembali tampil di atas panggung.

Malam ini dia akan kembali. Bahkan tinggal hitungan beberapa jam lagi. Aku sudah merindukannya (harap jangan mentertawakan aku ya :D). Anak-anak pun begitu. Tadi siang Hiro sudah mulai menangis mencari papanya.

*********

Kendang Sunda

Ini foto-foto ketika kami masih tinggal di Shizuoka. Selama itu permintaan untuk memainkan kendang Sunda datang hampir setiap saat. Baik untuk acara kampus maupun acara pertukaran kebudayaan di kota Shizuoka. Apalagi suami bergabung di Perkumpulan Pertukaran Kebudayaan milik Pemda setempat, ini membuat kesenian Indonesia dikenal oleh penduduk Shizuoka.

Pencak Silat

Selama ini orang menghubungkan kendang dengan dangdut. Walaupun pada masa kini, mulai banyak musik dangdut yang berkolaborasi dengan kendang tradisional sebagai instrumennya, sebenarnya kesenian Sunda tidak sama dengan dangdut. Kendang biasanya dipakai untuk jaipong dan pencak silat.

2009年8月28日金曜日

Misao Bokujo

Ini kali kedua kami ke Misao Bokujo (みさお牧場 : peternakan Misao). Kali pertama, saat musim gugur tahun lalu bersama seorang teman kerja suami dan keluarganya. Kali ini hanya kami berempat. Di pertengahan musim panas yang sangat menyengat ini, akan sangat menyenangkan jika bisa menikmati es krim atau sesuatu yang dingin di tempat yang nyaman.

Misao

Misao Bokujo didesain menjadi tempat singgah yang nyaman dan asri. Selain peternakan sapi dan toko gelato, ada juga kandang berbagai jenis burung (merak, merpati kipas, kakatua) dan bermacam-macam bunga yang cantik. Ada juga perosotan anak, sehingga ini segera menarik minat anak-anak kami begitu menginjakkan kaki ke tempat ini.

merak
mari gold

Baiklah, ini bagian yang paling mengasyikkan. Gelato! Dari 12 pilihan rasa, kami memilih strawberi (苺:ichigo), teh hijau (抹茶:maccha), coklat dan vanila.

ice cream misao

Sebenarnya ada 2 rasa baru yang sedikit membuat kami terkejut, yaitu rasa tomat dan terong. Aku tidak tahu apakah ini memang rasa baru yang sedang dipromosikan atau sudah ada sejak lama.
Sebelum pulang kami menyempatkan waktu untuk mengunjungi peternakan sapi di dekat sini. Selain sapi sebagai modal utama gelato factory ini, juga ada beberapa kandang babi, kuda, kambing dan kelinci. Kami berhenti mengambil foto dan berganti ke handycam, karena terlihat sekali anak-anak kami sangat antusias melihat dari dekat hewan-hewannya.

Misao bokujo

2009年8月23日日曜日

Hanabi Matsuri

Satu hal yang ditunggu di musim panas di Jepang adalah pesta kembang api. Orang-orang akan rela memarkirkan mobil beberapa jam sebelum pesta kembang api dimulai, dan berlomba mendapatkan tempat yang terbaik untuk menikmati keindahannya.
花火1
花火2
Kami datang pukul 5 sore ke Nadasaki Farmer's Market. Banyak tempat parkir ditutup dan dijaga polisi. Disisi jalan pun berderet-deret mobil atau motor patroli untuk mencegah parkir liar yang akan menyebabkan kemacetan di jalan. Kami mendapat tempat parkir 500 m dari tempat pesta kembang api.
Jika kami terlambat setengah jam saja, mungkin kami akan kehabisan tempat parkir, walaupun acara puncak baru akan dimulai pada pukul 8.30 malam.
花火3
Ini kali pertama Hiro dan Haruka melihat pesta kembang api. Mereka begitu senang melihat satu demi satu bunga api diluncurkan ke langit dan memancarkan cahaya berbagai warna.
花火4
Mungkin hasil foto suamiku tidak sebagus hasil fotografer profesional. setidaknya kami bisa mengabadikan momen ini untuk kenang-kenangan bagi kedua anak kami.
Puluhan atau mungkin ratusan kamera ikut mengabadikan momen ini. Area Farmer's Market yang sengaja dibuat gelap gulita mendadak menjadi terang terkena kilatan kembang api. Ratusan penduduk Tamano yang duduk menyaksikannya serentak berdecak kagum mengagumi keindahan bunga-bunga api ini.
花火5
Setengah jam terasa sangat singkat buat anak-anak kami yang telah menunggu selama berjam-jam disini. Malam itu hanya 1000 kembang api yang dinyalakan. Tapi ini sudah cukup menghibur penduduk kota Tamano yang terbilang kecil ini. Ingin menyaksikan yang lebih besar lagi? Besok akan pesta kembang api dengan 30.000 peluncuran di kota Takamatsu di pulau Shikoku. Hmmm... tapi kupikir kami tidak akan kesana, mengingat perjalanannya yang cukup jauh, harus ditempuh dengan feri dan bus. Mungkin jika musim panas tahun depan kami masih disini, kami bisa menyaksikannya lagi di Tamano. Siapa tahu?