ラベル Japan Kindergarden の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示
ラベル Japan Kindergarden の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示

2009年12月18日金曜日

入園からヒロの初めての冬 : MUSIM DINGIN PERTAMA HIRO SEJAK MASUK TK

今年も後1カ月になりました。生活発表会やクリスマスなど、楽しみにしています。寒くなりましたが、寒さに負けず、毎日頑張って幼稚園へ行きたいと思います。自転車で送り迎えはとてもつらいですけど、手袋やマフラーなどで防寒をします。朝は布団が良くてなかなか起きられない
けど、生活のリズムをつくって遅れないように頑張ります!!

Tinggal 1 bulan lagi tersisa di tahun ini. Ini musim dingin pertama Hiro sejak masuk TK. Tahun lalu, kami keluar rumah hanya setelah matahari bersinar panas. Berarti menunggu sampai sekitar jam 10-11 siang. Bangun pagi dan keluar rumah saat pagi sangat berat. Dingin benar-benar menggigit.

Tapi demi kelancaran sekolah Hiro, kami harus semangat menjalaninya. Bulan ini ada Festival Anak dan Perayaan Natal di TK, Hiro semangat untuk merayakannya. Tidak boleh kalah oleh dingin, harus bisa melewatinya!!
Antar jemput dengan sepeda sangat melelahkan, ditambah udara yang dingin dan angin laut yang kencang, aku sempat berpikir betapa enaknya jika aku bisa menyetir mobil.

Yosss, semangat!! Pakai sarung tangan dan syal, juga selimut kecil untuk anak-anak, tiap hari harus berangkat sekolah. Anak-anak harus belajar teratur ke sekolah. Ini untuk kebaikan mereka juga.

2009年9月1日火曜日

Sekolah lagi!!!

Hari ini hari pertama Hiro kembali ke TK setelah hampir 1,5 bulan menikmati natsu yasumi (liburan musim panas). Sebelumnya Hiro selalu bertanya, "Kenapa ga berangkat ke sekolah, Mama?" Dia rupanya sudah menikmati suasana sekolah, dan liburan ini terasa membosankan buat dia. Ketika kemarin aku mengatakan bahwa besok hari akan kembali ke sekolah, dia terlihat senang.

Pagi ini seperti biasanya tidak sulit membangunkannya. Dia akan terbangun sendiri dan melompat turun dari tempat tidur pada jam 7 pagi. Setelah makan pagi dan sikat gigi, aku mengganti pakaiannya. Ooopss... seharusnya sudah bisa berganti pakaian sendiri, tapi pagi ini aku sangat terburu-buru. Akhirnya 20 menit sebelum bel TK berbunyi, aku selesai mengangkut semua perlengkapan sekolah, menaikkan 2 anak di atas sepeda, dan mengayuhnya ke sekolah Hiro.

Untung semalam aku sudah menyiapkan semua barang yang harus dibawa ke sekolah pada hari pertama. Seperti uwabaki (上履き:sepatu khusus untuk di dalam ruangan), zabuton (座布団:bantal alas duduk), zoukin (雑巾:lap tangan) 3 lembar buatan sendiri, dan lain-lain. Total aku membawa 3 buah tas untuk memasukkan semuanya. Bisa dibayangkan betapa penuhnya keranjang sepedaku. Sambil mengayuh sepeda aku pun menggendong tasku sendiri, yang berisi dompet, ponsel, air minum Haruka dan handuk untuk menyeka keringat.

Tiba di sekolah Hiro menjadi sedikit gugup. Kepala Sekolah berdiri di depan gerbang menyalami setiap anak. Hiro sama sekali tidak bersuara, walaupun Kepala Sekolah menyapanya, "Ohayo, Hiro kun. Hisasiburi ne." Artinya: "Selamat pagi, Hiro. Lama tidak jumpa ya".


Aku membantunya meletakkan semua barang-barangnya. Hiro terlihat tegang, dia hampir-hampir tidak bergerak jika aku tidak menarik tangannya. Padahal sebelum natsu yasumi, dia terbiasa melakukannya sendiri. Beberapa anak kulihat menangis saat ditinggal ibunya pulang. Hmmm, rupanya anak-anak lain pun gugup setelah liburan panjang. Saat aku pamit pulang, Hiro hanya terdiam. Sampai aku melambaikan tangan di gerbang pun aku tidak melihatnya menangis. Puji Tuhan, aku bisa sedikit lega meninggalkannya. Pasti sebentar lagi dia akan terbiasa kembali dengan suasana sekolahnya. Satu jam lagi aku akan kembali menjemputnya. Pasti banyak cerita baru dari Hiro tentang liburan teman-temannya.

2009年6月30日火曜日

Patroli Car Bento

Bento Hiro hari ini bertema mobil patroli polisi. Ini hasil perundingan ibu dan anak semalam. Aku bertanya Hiro mau bento mobil patroli atau bento beruang putih? Dan pilihannya adalah bento ini. Ok, mama siap!



Nasi Mobil Patroli
Nasi putih pulen 1 mangkok anak (sesuai ukuran makan anak)
Nori/rumput laut kering secukupnya
【Hiasan Mobil】
Sirine dibuat dari mini tomato
Jendela dari wortel rebus
Roda dari cikuwa dan kyuri
Lampu dari parika merah
【Cara membuat】
  1. Bentuk nasi menggunakan wrap menjadi bentuk mobil. Tutup bagian bawah dengan nori.
  2. Hias mobil dengan tomato, wortel, dll.

Tumis Caisim dan Sosis

Sosis 2 buah, iris miring tipis

Caisim 2 batang, potong-potong

Telor 1 butir, dikocok lepas

Butter secukupnya

Garam, lada sedikit

【Cara membuat】

Sosis ditumis menggunakan butter, sisihkan dipinggir wajan, tambahkan kocokan telor. Tunggu sebentar sampai telor setengah matang, kemudian aduk-aduk dengan sosis. Masukkan caisim, bubuhkan garam dan lada. Tumis sebentar, angkat.

Tambahan lauk : Ayam goreng tepung

2009年6月13日土曜日

Latihan Penyelamatan Diri

Orang Jepang terbiasa dengan "hinan kunren" atau latihan penyelamatan diri. Mengapa demikian? Karena Jepang negara yg mudah terkena bencana alam, terutama gempa bumi dan kebakaran.

Di TK Hiro 1x dalam sebulan diadakan hinan kunren. Pada bulan pertama, Hiro cukup panik mendengar suara sirene disusul suara Kepala TK yg mengumumkan, "Bahaya! Bahaya! Kebakaran! Semua keluar dari kelas!" Lalu tiap wali kelas akan memimpin anak-anak berbaris menuju gerbang sekolah. Walaupun dlm keadaan darurat, anak-anak diminta tenang kemudian mengeluarkan sapu tangan untuk menutup hidung, dan keluar dengan tertib. Mereka dilarang panik dan berebutan keluar, oleh karena itu setiap bulan diadakan latihan ini.





Jumat, 12 Juni 2009 para orang tua diminta hadir dalam latihan penyelamatan diri di TK. Kali ini 2 orang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran datang memberikan arahan dan tayangan video tentang kebakaran. Tayangan video singkat yang dikemas dalam bentuk anime ini mengandung nilai penting, spt :
  1. Anak-anak tidak boleh bermain api.
  2. Tidak boleh menyalakan kompor tanpa didampingi orang tua (tapi ini cuma untuk usia SD, anak TK ga boleh menyalakan kompor.
  3. Boleh bermain petasan (saat musim panas) hanya jika ditemani orang tua.
  4. Pada saat terjadi kebakaran, anak tidak berusaha mematikan api sendiri.
  5. Segera meninggalkan lokasi kebakaran. Jika berada dlm ruangan, segera cari pintu keluar sambil menutup hidung dan membungkukkan badan. Asap berada di atas, karenanya kita perlu membungkukkan badan.
  6. Berteriak meminta pertolongan dengan suara nyaring, "Kebakaran! Tolong!"

Agar anak-anak tidak lupa akan nilai-nilai penting itu, hari ini dipraktekkan lagi latihan menyelamatkan diri saat kebakaran, dengan menggunakan ruang perpustakaan yang penuh dengan "asap". Asap itu dibuat dari tepung vanila.

Aku menemani Hiro sambil menggandeng tangannya. Dia menutup hidungnya dengan sapu tangan saat melewati ruang perpustakaan. Kami berjalan merunduk-runduk, hampir tidak dapat melihat apa-apa selain asap vanila ini. Akhirnya bisa keluar juga...

Setelah usai latihan ini, beberapa anak menjadi lapar karena bau vanila ini. ”いい匂い。バニラの味。。。アイスクリーム食べたい!”(Wangi, rasa vanila... jadi pengen makan ice cream!), kata Miyuu-Chan, teman Hiro. Wah.. wah.. bukannya takut atau panik, latihan ini menimbulkan lapar. Hari ini meninggalkan kesan mendalam buat anak-anak.

2009年5月13日水曜日

Youchien Momo gumi (Kindergarden Peach Class)




Tidak terasa sudah 1 bulan Hiro di bersekolah Uno Youchien. Youchien atau TK dimulai pada usia 3 tahun di Jepang. TK-nya akan dijalani selama 3 tahun.




Hiro sudah menikmati sekali suasana sekolah. Dia tidak lagi menangis saat ditinggalkan. begitu menginjakkan kaki di gerbang sekolah, dia langsung berkata, "Mama sana cepat pulang!" Awalnya aku sempat kaget, apa dia tidak salah ngomong... Ini kali pertama dia berani berpisah dari orang tuanya, biasanya salah satu dari kami entah aku atau papanya yg menemaninya.