ラベル Wisata Jepang の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示
ラベル Wisata Jepang の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示

2010年7月16日金曜日

Uno Matsuri (Festival Pelabuhan Uno)


Inilah pemandangan malam pelabuhan kota Tamano, atau bisa disebut juga pelabuhan Uno. Pelabuhan ini tidak seramai pelabuhan Tanjung Priuk di Jakarta. Jarang ada kapal besar berlabuh disini. Hanya ferry dan kapal kecil penangkap ikan.


Setahun sekali ada tamu istimewa datang ke pelabuhan. Tiap tahun tidak pernah sama. Tahun lalu datang kapal perang Angkatan Laut Jepang. Tahun ini kapal layar yang sering digunakan latihan calon nahkoda dari sekolah pelayaran di Jepang. Inilah siluet malam dari kapal layar itu. Besok hari ada festival pelabuhan sehingga mulai malam ini lampu-lampu mulai dinyalakan, sehingga gemerlapnya memberi nuansa berbeda di pelabuhan sepi ini.


Salah satu sisi pelabuhan. Anda bisa lihat ferry yang keluar masuk di belakang foto saya. Hari ini benar-benar panas di permulaan musim panas.


Hiro beraksi di arena mainan.


Watagashi alias kembang gula, kesukaan Haruka. Mesin pembuat yang disertai lagu anak-anak benar-benar bisa memancing anak-anak datang dan mengantri disini.

2009年9月18日金曜日

Awal Musim Gugur

Akhirnya musim gugur datang juga. Kota Tamano tidak sedingin kota lain di Jepang. Hari ini pun hanya 25 derajat Celcius di pukul A.M. 10.30 waktu Jepang. Pagi-pagi memang terasa dingin, kami sudah mengeluarkan selimut musim dingin dari lemari. Siang hari masih terasa kehangatan sinar matahari. Masih banyak orang yang memakai baju lengan pendek di luar.

Kami masih bisa bermain di pantai pada minggu pertama bulan September.

Shibukawa Beach 3
Shibukawa Beach 1
いよいよ秋ですが、まだ海で遊べました。玉野市は他のところより暖かいと思います。今でもまだ25度です。

Minggu kedua bulan September, kami berwisata naik bukit kecil di daerah Uno. Dari rumah kami naik sepeda, dilanjutkan berjalan kaki sampai ke atas. Diawali dengan rimbunnya pohon bambu, beberapa petak kuburan penduduk setempat, dan pohon-pohon lainnya yang lebat. Terdengar kicauan burung dan gemericik air terjun di kejauhan di bawah kami. Tapi sayang kami tidak bisa mencapai lokasi air terjun, karena jalannya ditutup untuk umum. Beberapa kupu-kupu beterbangan di dalam hutan, memberi warna indah di sela-sela dedaunan yang hijau. Ya, daun-daun pepohonan masih hijau dan lebat seakan musim gugur belum menyentuh daerah ini.

Narutakien 5
9月13日に山登りしました。家から自転車で出発して、そのあと歩きました。最初は竹の森を通りました。上にあがるとちょうも見えました。
Narutakien 2
Narutakien 1

Bersyukur kepada Tuhan yang memberikan alam yang indah dan kesehatan kepada kami sehingga kami bisa menikmatinya. Di dalam hutan di puncak bukit ini, kami bisa menceritakan tentang binatang dan tumbuhan dengan lebih mudah. Anak-anak kami sangat menyukai perjalanan seperti ini.

Musim Panas Terlalu Pendek?

Tidak terasa natsu yasumi (liburan musim panas) telah berakhir. Anak-anak kembali bersekolah. Orang tua kembali bekerja. Kesibukan telah kembali dimulai. Kami telah menghabiskan liburan dengan mengantar anak-anak bermain ke banyak tempat.

Kami telah ke pantai saat udara sangat panas....

Uno Pantai
夏休みはあっという間に終わりました。とても短かったと思いました。子供たち遊ばせて色々な所へ連れて行きました。例えば海。。。
Uno Pantai
暑い日に泳ぐときもちですね。

Berjalan-jalan di taman....
Kojima 1
Kojima 4
Kojima 3
自然環境体験公園へ。。。
動物園も
井倉洞も
でも時期が終わって、新しい季節が来ました。秋にもいろいろな奇跡やが持ちます。
今年の秋こそ新しい経験をむかいましょう。

Masih ingin bermain di musim panas yang energik dan penuh keceriaan. Tapi waktunya sudah berakhir. Datanglah musim yang baru. Musim gugur pun menyimpan keajaibannya tersendiri. Ayo mencoba sesuatu yang baru di musim gugur tahun ini.

2009年9月10日木曜日

Satu Juta Pohon Bunga Matahari

Awal bulan ini kami pergi ke daerah Kasaoka untuk melihat bunga matahari. Karena suamiku tidak tahu rute yang harus dilalui jika mengendarai mobil sendiri, kami menempuh perjalanan dengan kereta api. Ini merupakan salah satu rekreasi yang disukai anak-anak, naik kereta! Perjalanan selama 2 jam tidak terasa lama, karena anak-anak tidak berhenti bercerita dan bermain bersama aku dan ayahnya. Setiba di Kasaoka Station, perjalanan selanjutnya dengan taksi. Akhirnya kami sampai disini, di tengah hamparan bunga matahari.

Kasaoka 2
電車で笠岡まで行きました。広い広いひまわり畑を見に行きました。一万本のひまわりが咲いていたが、残念ながら水がたりなかったのでほとんど下向いて元気ありませんでした。

Ada 1 juta pohon bunga matahari disini. Penyiraman terakhir lahan seluas 10 hektar ini akhir bulan Agustus lalu. Ketika kami datang tanggal 5 September, tanah telah menjadi kering kerontang dan ribuan bunga matahari menunduk ke bawah.

Kasaoka 3

Kasaoka 1
とても日差しが強い日でした。

Kami berkeliling mencari bunga yang masih segar. Hanya beberapa saja....

Kasaoka 4

Tapi juga harus berhati-hati. Ribuan lebah berputar-putar di lahan ini.

Kasaoka 6
蜂に刺されないように気お付けていました。

2009年8月28日金曜日

Misao Bokujo

Ini kali kedua kami ke Misao Bokujo (みさお牧場 : peternakan Misao). Kali pertama, saat musim gugur tahun lalu bersama seorang teman kerja suami dan keluarganya. Kali ini hanya kami berempat. Di pertengahan musim panas yang sangat menyengat ini, akan sangat menyenangkan jika bisa menikmati es krim atau sesuatu yang dingin di tempat yang nyaman.

Misao

Misao Bokujo didesain menjadi tempat singgah yang nyaman dan asri. Selain peternakan sapi dan toko gelato, ada juga kandang berbagai jenis burung (merak, merpati kipas, kakatua) dan bermacam-macam bunga yang cantik. Ada juga perosotan anak, sehingga ini segera menarik minat anak-anak kami begitu menginjakkan kaki ke tempat ini.

merak
mari gold

Baiklah, ini bagian yang paling mengasyikkan. Gelato! Dari 12 pilihan rasa, kami memilih strawberi (苺:ichigo), teh hijau (抹茶:maccha), coklat dan vanila.

ice cream misao

Sebenarnya ada 2 rasa baru yang sedikit membuat kami terkejut, yaitu rasa tomat dan terong. Aku tidak tahu apakah ini memang rasa baru yang sedang dipromosikan atau sudah ada sejak lama.
Sebelum pulang kami menyempatkan waktu untuk mengunjungi peternakan sapi di dekat sini. Selain sapi sebagai modal utama gelato factory ini, juga ada beberapa kandang babi, kuda, kambing dan kelinci. Kami berhenti mengambil foto dan berganti ke handycam, karena terlihat sekali anak-anak kami sangat antusias melihat dari dekat hewan-hewannya.

Misao bokujo

2009年8月23日日曜日

Hanabi Matsuri

Satu hal yang ditunggu di musim panas di Jepang adalah pesta kembang api. Orang-orang akan rela memarkirkan mobil beberapa jam sebelum pesta kembang api dimulai, dan berlomba mendapatkan tempat yang terbaik untuk menikmati keindahannya.
花火1
花火2
Kami datang pukul 5 sore ke Nadasaki Farmer's Market. Banyak tempat parkir ditutup dan dijaga polisi. Disisi jalan pun berderet-deret mobil atau motor patroli untuk mencegah parkir liar yang akan menyebabkan kemacetan di jalan. Kami mendapat tempat parkir 500 m dari tempat pesta kembang api.
Jika kami terlambat setengah jam saja, mungkin kami akan kehabisan tempat parkir, walaupun acara puncak baru akan dimulai pada pukul 8.30 malam.
花火3
Ini kali pertama Hiro dan Haruka melihat pesta kembang api. Mereka begitu senang melihat satu demi satu bunga api diluncurkan ke langit dan memancarkan cahaya berbagai warna.
花火4
Mungkin hasil foto suamiku tidak sebagus hasil fotografer profesional. setidaknya kami bisa mengabadikan momen ini untuk kenang-kenangan bagi kedua anak kami.
Puluhan atau mungkin ratusan kamera ikut mengabadikan momen ini. Area Farmer's Market yang sengaja dibuat gelap gulita mendadak menjadi terang terkena kilatan kembang api. Ratusan penduduk Tamano yang duduk menyaksikannya serentak berdecak kagum mengagumi keindahan bunga-bunga api ini.
花火5
Setengah jam terasa sangat singkat buat anak-anak kami yang telah menunggu selama berjam-jam disini. Malam itu hanya 1000 kembang api yang dinyalakan. Tapi ini sudah cukup menghibur penduduk kota Tamano yang terbilang kecil ini. Ingin menyaksikan yang lebih besar lagi? Besok akan pesta kembang api dengan 30.000 peluncuran di kota Takamatsu di pulau Shikoku. Hmmm... tapi kupikir kami tidak akan kesana, mengingat perjalanannya yang cukup jauh, harus ditempuh dengan feri dan bus. Mungkin jika musim panas tahun depan kami masih disini, kami bisa menyaksikannya lagi di Tamano. Siapa tahu?

2009年8月21日金曜日

Ikeda Zoo


Gajah, originally uploaded by hiroharuka.

Sudah lama Haruka bilang jika dia ingin melihat gajah. Gadis cilik 2 tahun ini memang menyukai binatang. Kami pernah mengunjungi Shibukawa Zoo, yang terletak tidak jauh dari kota kami. Hanya sekitar 20 menit mengendarai mobil. Tapi kebun binatang ini lebih pantas disebut sebagai peternakan, karena binatang yang ada di dalamnya sebagian besar kambing, sapi, kelinci dan kuda.

Akhirnya ayah anak-anak mendapatkan informasi adanya sebuah kebun binatang yang lebih besar daripada Shibukawa Zoo, yaitu Ikeda Zoo. Letaknya di kota Okayama, sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari kota Tamano.

Setelah sempat menyasar sekitar 20 menit akhirnya kami sampai ke Ikeda Zoo. Sebuah kebun binatang yang sudah cukup tua dan sepi pengunjung, yang letaknya terpencil di atas bukit, di tengah kota Okayama. Agak aneh mendengarnya? Ya walaupun kota Okayama adalah ibukota perfektur di Jepang, bukit-bukit yang ada di dalam kota dibiarkan apa adanya dengan segala kealamiannya.
Bunga di depan jerapah
Gajah yang dirindukan Haruka berada tidak jauh dari pintu masuk. Jadi tujuan pertama kami adalah ke tempat ini. Haruka begitu antusias, bahkan bisa dibilang dia tercengang akan benntuk gajah yang begitu besar. Saat diajak berfoto dia tidak bergeming dan tetap memandangi sang gajah.

Kami juga menemui beberapa binatang lainnya seperti jerapah, ressa panda, singa, harimau, tikus kapibara, beruang, buaya dan rusa. Tidak ketinggalan kambing, domba, ayam, berbagai jenis burung dan keledai.
Tora
Jerapah
Memang Ikeda Zoo tidak ada apa-apanya dibandingkan Taman Safari Indonesia. Tapi ini cukup memuaskan anak-anak kami. Mereka menikmati saat-saat mereka bisa memberi makan beruang dengan makanan yang kami yang beli seharga 2000 yen. Ini salah satu kesempatan untuk mengenalkan berbagai jenis binatang yang selama ini hanya mereka lihat di dalam buku cerita dan televisi.

2009年7月19日日曜日

Wisata Ojigadake

Sabtu, 18 Juli 2009 ayah anak-anak mengajak kami ke bukit Prince. Dalam bahasa Jepangnya disebut Ojigadake. Ini kawasan perbukitan tinggi di dekat pantai. Cuaca cerah hari ini, bahkan bisa dibilang panas terik.

Langit biru cerah seperti ini sebenarnya jarang di kota Tamano dan sekitarnya. Kami tinggal di daerah pantai, namun lautnya lebih sering berkabut. Jarang bisa melihat jelas ke seberang lautan. Padahal di tengah perairan Seto terbentang jembatan besar Seto dan pulau-pulau kecil tidak berpenghuni. Di saat cuaca cerah seperti ini, ayah Hiro dengan semangat mengajak kami jalan keluar.

Ini kali pertama kami naik ke Ojigadake. Cukup berkendaraan 15-20 menit dari rumah kami sampai ke tempat parkir bukit ini. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju puncak. Anak-anak kami sangat menyukai kegiatan alam seperti ini. Terutama Haruka yang lincah, dengan cepatnya dia lari kesana kemari, seakan-akan bukit ini taman bermain yang landai. Untung Hiro cukup dapat diandalkan untuk menjaga adiknya.

Mungkin jika diberi pilihan antara jalan ke perkotaan melihat pertokoan atau wisata alam, aku akan memilih yang terakhir. Yahhh, namun sedikit berkorban untuk kulit. Di musim panas ini, kulitku menghitam dengan cepat.

Ini sisi yang paling terjal dari perbukitan ini. Di belakang kami terbentang perairan Seto.

2009年6月13日土曜日

Kunang-kunang di Malam Hari

Pernah melihat kunang-kunang? Pada waktu kecil, aku sering melihatnya terbang di waktu malam di depan rumah. Aku bisa menangkapnya dengan tangan. Dan rasanya tidak ingin kulepaskan lagi, karena dia begitu menakjubkan bagiku. Bagaimana binatang yg begitu kecil bisa mengeluarkan cahaya dari ekornya? Di masa itu aku tinggal di kota kecil Jatibarang. Rumah orang tuaku berada di pinggir kota. Di sekitar rumah kami ada sawah, sungai, dan empang udang. Setelah pindah ke Tangerang, aku tidak pernah melihat kunang-kunang lagi.
Bertahun-tahun kemudian, aku bisa melihatnya lagi. Rasanya hampir tidak percaya kemarin malam aku bisa melihatnya di Jepang. Kami berkendara mobil sekitar 10-15 menit menuju sungai di pinggir hutan. Itu sekitar pukul 8 malam. Kenalan kami, Sogo-san dan Makino-san, yang mengantar kami kesini.

Bagi Hiro dan Haruka ini kali pertama mereka melihat kunang-kunang. Ayahnya menangkap 1 ekor, supaya mereka bisa melihat lebih dekat. Selain kami, ada beberapa keluarga lainnya yang datang. Wuah, ternyata banyak yang berminat melihat binatang unik ini, sampai jauh-jauh ke pinggir hutan padahal sudah malam. Orang tua yg lain pun berusaha menangkapkan kunang-kunang untuk anaknya. Bagus juga cara orang Jepang mendidik anaknya mencintai alam. Mereka mau meluangkan waktunya untuk mengantar anaknya mempelajari sesuatu langsung ke habitatnya.
Malam ini kami melihat banyak kunang-kunang beterbangan di sekitar sungai. Makino-san mengatakan bahwa minggu kemaren dia melihat lebih banyak lagi kunang-kunang disini, pada saat dia mengantar ke-2 cucunya. Rupanya musim kunang-kunang hampir berakhir. Akhir Juni ini, kunang-kunang sudah tidak ada di sungai ini. Umurnya singkat, namun cahanyanya mengandung daya tarik. Alangkah baiknya jika hidup kita seperti kunang-kunang. Walaupun umur kita singkat di dunia ini, namun kehadiran kita dapat membawa terang di tengah kegelapan.

Foto-foto diambil dari http://www.yosotravel.com

2009年6月11日木曜日

Pelabuhan kota Tamano

Kota yang kami tinggali ini tidak banyak dikenal orang sperti Tokyo, Nagoya atau Hiroshima. Tidak ada tempat ramai spt Shinjuku atau Shibuya. Fashion juga tidak terlalu ramai disini. Hanya ada 1 mal di kota Tamano. Dan baru pada tgl 12 Juli ini akan diresmikan mal yg ke-2.

Yg menjadi daya tarik utama kota ini hanya pelabuhannya. Pada zaman dahulu, kota ini termasuk ramai sebagai jalan masuk utama dari pulau Shikoku menuju pulau Honshu dan sebaliknya. Dulu disini banyak penginapan dan bar. Walaupun masih ditemukan lokasi bar di dekat stasiun, namun sudah tidak seramai dulu.



Pelabuhan kota Tamano ditata cukup apik dan asri. Itu hanya sekitar 5 menit dari rumah kami dengan sepeda. Kami biasanya jalan-jalan ke pelabuhan di sore hari. Di musim panas ini, matahari tenggelam pada pukul 7.30 malam sehingga sore hari terasa sangat panjang jika dihabiskan di dalam rumah saja.
Sebulan sekali ada bazaar kecil disini. Setahun sekali diadakan pesta besar/festival pelabuhan. Pelabuhan dan sekitarnya mendadak ramai. Banyak pertunjukan dan jajanan disini. Lain kali akan kami masukkan foto-foto mengenai festival itu.





2009年6月8日月曜日

Angsa Putih Bengis dan Penyu Kecil Miyama Lake



Sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat bermain anak-anak, terdapat danau alami yang indah di perbukitan Miyama ini. Danau ini selalu menjadi tempat persinggahan bebek atau burung antar benua. Pada musim dingin lalu, kami menemukan ratusan bebek dari Rusia disini. Tapi di musim semi, mereka terbang lagi ke tempat yg lebih dingin.
Kemarin kami hanya menemui angsa putih yg terlihat sombong. Awalnya anak-anak ingin memberi makan ikan-ikan mas. Tp angsa ini rupanya lapar, dia mendatangi tempat kami, sehingga ikan-ikan menjauhi kami. Makanan ikan pun terasa enak buatnya, jadi dia yg mengahabiskan sebagian besar makanan yg dilemparkan anak-anak.
Beberapa penyu kecil mencari kesempatan untuk mendapatkan makanan juga. Angsa putih yg tidak ingin jatahnya tercuri, berulang kali mematukkan paruhnya ke kepala penyu-penyu ini. Tega sekali...