2010年7月16日金曜日
Uno Matsuri (Festival Pelabuhan Uno)
2009年9月18日金曜日
Awal Musim Gugur
Kami masih bisa bermain di pantai pada minggu pertama bulan September.
いよいよ秋ですが、まだ海で遊べました。玉野市は他のところより暖かいと思います。今でもまだ25度です。
Minggu kedua bulan September, kami berwisata naik bukit kecil di daerah Uno. Dari rumah kami naik sepeda, dilanjutkan berjalan kaki sampai ke atas. Diawali dengan rimbunnya pohon bambu, beberapa petak kuburan penduduk setempat, dan pohon-pohon lainnya yang lebat. Terdengar kicauan burung dan gemericik air terjun di kejauhan di bawah kami. Tapi sayang kami tidak bisa mencapai lokasi air terjun, karena jalannya ditutup untuk umum. Beberapa kupu-kupu beterbangan di dalam hutan, memberi warna indah di sela-sela dedaunan yang hijau. Ya, daun-daun pepohonan masih hijau dan lebat seakan musim gugur belum menyentuh daerah ini.
9月13日に山登りしました。家から自転車で出発して、そのあと歩きました。最初は竹の森を通りました。上にあがるとちょうも見えました。
Bersyukur kepada Tuhan yang memberikan alam yang indah dan kesehatan kepada kami sehingga kami bisa menikmatinya. Di dalam hutan di puncak bukit ini, kami bisa menceritakan tentang binatang dan tumbuhan dengan lebih mudah. Anak-anak kami sangat menyukai perjalanan seperti ini.
Musim Panas Terlalu Pendek?
Kami telah ke pantai saat udara sangat panas....
夏休みはあっという間に終わりました。とても短かったと思いました。子供たち遊ばせて色々な所へ連れて行きました。例えば海。。。
暑い日に泳ぐときもちですね。
Berjalan-jalan di taman....
自然環境体験公園へ。。。
動物園も
井倉洞も
でも時期が終わって、新しい季節が来ました。秋にもいろいろな奇跡やが持ちます。
今年の秋こそ新しい経験をむかいましょう。
Masih ingin bermain di musim panas yang energik dan penuh keceriaan. Tapi waktunya sudah berakhir. Datanglah musim yang baru. Musim gugur pun menyimpan keajaibannya tersendiri. Ayo mencoba sesuatu yang baru di musim gugur tahun ini.
2009年9月10日木曜日
Satu Juta Pohon Bunga Matahari
電車で笠岡まで行きました。広い広いひまわり畑を見に行きました。一万本のひまわりが咲いていたが、残念ながら水がたりなかったのでほとんど下向いて元気ありませんでした。
Ada 1 juta pohon bunga matahari disini. Penyiraman terakhir lahan seluas 10 hektar ini akhir bulan Agustus lalu. Ketika kami datang tanggal 5 September, tanah telah menjadi kering kerontang dan ribuan bunga matahari menunduk ke bawah.
とても日差しが強い日でした。
Kami berkeliling mencari bunga yang masih segar. Hanya beberapa saja....
Tapi juga harus berhati-hati. Ribuan lebah berputar-putar di lahan ini.
蜂に刺されないように気お付けていました。
2009年8月28日金曜日
Misao Bokujo
Misao Bokujo didesain menjadi tempat singgah yang nyaman dan asri. Selain peternakan sapi dan toko gelato, ada juga kandang berbagai jenis burung (merak, merpati kipas, kakatua) dan bermacam-macam bunga yang cantik. Ada juga perosotan anak, sehingga ini segera menarik minat anak-anak kami begitu menginjakkan kaki ke tempat ini.
Baiklah, ini bagian yang paling mengasyikkan. Gelato! Dari 12 pilihan rasa, kami memilih strawberi (苺:ichigo), teh hijau (抹茶:maccha), coklat dan vanila.
Sebenarnya ada 2 rasa baru yang sedikit membuat kami terkejut, yaitu rasa tomat dan terong. Aku tidak tahu apakah ini memang rasa baru yang sedang dipromosikan atau sudah ada sejak lama.
Sebelum pulang kami menyempatkan waktu untuk mengunjungi peternakan sapi di dekat sini. Selain sapi sebagai modal utama gelato factory ini, juga ada beberapa kandang babi, kuda, kambing dan kelinci. Kami berhenti mengambil foto dan berganti ke handycam, karena terlihat sekali anak-anak kami sangat antusias melihat dari dekat hewan-hewannya.
2009年8月23日日曜日
Hanabi Matsuri
Kami datang pukul 5 sore ke Nadasaki Farmer's Market. Banyak tempat parkir ditutup dan dijaga polisi. Disisi jalan pun berderet-deret mobil atau motor patroli untuk mencegah parkir liar yang akan menyebabkan kemacetan di jalan. Kami mendapat tempat parkir 500 m dari tempat pesta kembang api.
Jika kami terlambat setengah jam saja, mungkin kami akan kehabisan tempat parkir, walaupun acara puncak baru akan dimulai pada pukul 8.30 malam.
Ini kali pertama Hiro dan Haruka melihat pesta kembang api. Mereka begitu senang melihat satu demi satu bunga api diluncurkan ke langit dan memancarkan cahaya berbagai warna.
Mungkin hasil foto suamiku tidak sebagus hasil fotografer profesional. setidaknya kami bisa mengabadikan momen ini untuk kenang-kenangan bagi kedua anak kami.
Puluhan atau mungkin ratusan kamera ikut mengabadikan momen ini. Area Farmer's Market yang sengaja dibuat gelap gulita mendadak menjadi terang terkena kilatan kembang api. Ratusan penduduk Tamano yang duduk menyaksikannya serentak berdecak kagum mengagumi keindahan bunga-bunga api ini.
Setengah jam terasa sangat singkat buat anak-anak kami yang telah menunggu selama berjam-jam disini. Malam itu hanya 1000 kembang api yang dinyalakan. Tapi ini sudah cukup menghibur penduduk kota Tamano yang terbilang kecil ini. Ingin menyaksikan yang lebih besar lagi? Besok akan pesta kembang api dengan 30.000 peluncuran di kota Takamatsu di pulau Shikoku. Hmmm... tapi kupikir kami tidak akan kesana, mengingat perjalanannya yang cukup jauh, harus ditempuh dengan feri dan bus. Mungkin jika musim panas tahun depan kami masih disini, kami bisa menyaksikannya lagi di Tamano. Siapa tahu?
2009年8月21日金曜日
Ikeda Zoo
Sudah lama Haruka bilang jika dia ingin melihat gajah. Gadis cilik 2 tahun ini memang menyukai binatang. Kami pernah mengunjungi Shibukawa Zoo, yang terletak tidak jauh dari kota kami. Hanya sekitar 20 menit mengendarai mobil. Tapi kebun binatang ini lebih pantas disebut sebagai peternakan, karena binatang yang ada di dalamnya sebagian besar kambing, sapi, kelinci dan kuda.
Akhirnya ayah anak-anak mendapatkan informasi adanya sebuah kebun binatang yang lebih besar daripada Shibukawa Zoo, yaitu Ikeda Zoo. Letaknya di kota Okayama, sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari kota Tamano.
Setelah sempat menyasar sekitar 20 menit akhirnya kami sampai ke Ikeda Zoo. Sebuah kebun binatang yang sudah cukup tua dan sepi pengunjung, yang letaknya terpencil di atas bukit, di tengah kota Okayama. Agak aneh mendengarnya? Ya walaupun kota Okayama adalah ibukota perfektur di Jepang, bukit-bukit yang ada di dalam kota dibiarkan apa adanya dengan segala kealamiannya.
Gajah yang dirindukan Haruka berada tidak jauh dari pintu masuk. Jadi tujuan pertama kami adalah ke tempat ini. Haruka begitu antusias, bahkan bisa dibilang dia tercengang akan benntuk gajah yang begitu besar. Saat diajak berfoto dia tidak bergeming dan tetap memandangi sang gajah.
Kami juga menemui beberapa binatang lainnya seperti jerapah, ressa panda, singa, harimau, tikus kapibara, beruang, buaya dan rusa. Tidak ketinggalan kambing, domba, ayam, berbagai jenis burung dan keledai.
Memang Ikeda Zoo tidak ada apa-apanya dibandingkan Taman Safari Indonesia. Tapi ini cukup memuaskan anak-anak kami. Mereka menikmati saat-saat mereka bisa memberi makan beruang dengan makanan yang kami yang beli seharga 2000 yen. Ini salah satu kesempatan untuk mengenalkan berbagai jenis binatang yang selama ini hanya mereka lihat di dalam buku cerita dan televisi.
2009年7月29日水曜日
2009年7月19日日曜日
Wisata Ojigadake

Langit biru cerah seperti ini sebenarnya jarang di kota Tamano dan sekitarnya. Kami tinggal di daerah pantai, namun lautnya lebih sering berkabut. Jarang bisa melihat jelas ke seberang lautan. Padahal di tengah perairan Seto terbentang jembatan besar Seto dan pulau-pulau kecil tidak berpenghuni. Di saat cuaca cerah seperti ini, ayah Hiro dengan semangat mengajak kami jalan keluar.

Ini kali pertama kami naik ke Ojigadake. Cukup berkendaraan 15-20 menit dari rumah kami sampai ke tempat parkir bukit ini. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju puncak. Anak-anak kami sangat menyukai kegiatan alam seperti ini. Terutama Haruka yang lincah, dengan cepatnya dia lari kesana kemari, seakan-akan bukit ini taman bermain yang landai. Untung Hiro cukup dapat diandalkan untuk menjaga adiknya.

Mungkin jika diberi pilihan antara jalan ke perkotaan melihat pertokoan atau wisata alam, aku akan memilih yang terakhir. Yahhh, namun sedikit berkorban untuk kulit. Di musim panas ini, kulitku menghitam dengan cepat.

Ini sisi yang paling terjal dari perbukitan ini. Di belakang kami terbentang perairan Seto.
2009年6月13日土曜日
Kunang-kunang di Malam Hari
Pernah melihat kunang-kunang? Pada waktu kecil, aku sering melihatnya terbang di waktu malam di depan rumah. Aku bisa menangkapnya dengan tangan. Dan rasanya tidak ingin kulepaskan lagi, karena dia begitu menakjubkan bagiku. Bagaimana binatang yg begitu kecil bisa mengeluarkan cahaya dari ekornya? Di masa itu aku tinggal di kota kecil Jatibarang. Rumah orang tuaku berada di pinggir kota. Di sekitar rumah kami ada sawah, sungai, dan empang udang. Setelah pindah ke Tangerang, aku tidak pernah melihat kunang-kunang lagi.
Bertahun-tahun kemudian, aku bisa melihatnya lagi. Rasanya hampir tidak percaya kemarin malam aku bisa melihatnya di Jepang. Kami berkendara mobil sekitar 10-15 menit menuju sungai di pinggir hutan. Itu sekitar pukul 8 malam. Kenalan kami, Sogo-san dan Makino-san, yang mengantar kami kesini.Bagi Hiro dan Haruka ini kali pertama mereka melihat kunang-kunang. Ayahnya menangkap 1 ekor, supaya mereka bisa melihat lebih dekat. Selain kami, ada beberapa keluarga lainnya yang datang. Wuah, ternyata banyak yang berminat melihat binatang unik ini, sampai jauh-jauh ke pinggir hutan padahal sudah malam. Orang tua yg lain pun berusaha menangkapkan kunang-kunang untuk anaknya. Bagus juga cara orang Jepang mendidik anaknya mencintai alam. Mereka mau meluangkan waktunya untuk mengantar anaknya mempelajari sesuatu langsung ke habitatnya.
Malam ini kami melihat banyak kunang-kunang beterbangan di sekitar sungai. Makino-san mengatakan bahwa minggu kemaren dia melihat lebih banyak lagi kunang-kunang disini, pada saat dia mengantar ke-2 cucunya. Rupanya musim kunang-kunang hampir berakhir. Akhir Juni ini, kunang-kunang sudah tidak ada di sungai ini. Umurnya singkat, namun cahanyanya mengandung daya tarik. Alangkah baiknya jika hidup kita seperti kunang-kunang. Walaupun umur kita singkat di dunia ini, namun kehadiran kita dapat membawa terang di tengah kegelapan.Foto-foto diambil dari http://www.yosotravel.com
2009年6月11日木曜日
Pelabuhan kota Tamano
Yg menjadi daya tarik utama kota ini hanya pelabuhannya. Pada zaman dahulu, kota ini termasuk ramai sebagai jalan masuk utama dari pulau Shikoku menuju pulau Honshu dan sebaliknya. Dulu disini banyak penginapan dan bar. Walaupun masih ditemukan lokasi bar di dekat stasiun, namun sudah tidak seramai dulu.
2009年6月8日月曜日
Angsa Putih Bengis dan Penyu Kecil Miyama Lake


Sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat bermain anak-anak, terdapat danau alami yang indah di perbukitan Miyama ini. Danau ini selalu menjadi tempat persinggahan bebek atau burung antar benua. Pada musim dingin lalu, kami menemukan ratusan bebek dari Rusia disini. Tapi di musim semi, mereka terbang lagi ke tempat yg lebih dingin.






