2009年6月13日土曜日

Latihan Penyelamatan Diri

Orang Jepang terbiasa dengan "hinan kunren" atau latihan penyelamatan diri. Mengapa demikian? Karena Jepang negara yg mudah terkena bencana alam, terutama gempa bumi dan kebakaran.

Di TK Hiro 1x dalam sebulan diadakan hinan kunren. Pada bulan pertama, Hiro cukup panik mendengar suara sirene disusul suara Kepala TK yg mengumumkan, "Bahaya! Bahaya! Kebakaran! Semua keluar dari kelas!" Lalu tiap wali kelas akan memimpin anak-anak berbaris menuju gerbang sekolah. Walaupun dlm keadaan darurat, anak-anak diminta tenang kemudian mengeluarkan sapu tangan untuk menutup hidung, dan keluar dengan tertib. Mereka dilarang panik dan berebutan keluar, oleh karena itu setiap bulan diadakan latihan ini.





Jumat, 12 Juni 2009 para orang tua diminta hadir dalam latihan penyelamatan diri di TK. Kali ini 2 orang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran datang memberikan arahan dan tayangan video tentang kebakaran. Tayangan video singkat yang dikemas dalam bentuk anime ini mengandung nilai penting, spt :
  1. Anak-anak tidak boleh bermain api.
  2. Tidak boleh menyalakan kompor tanpa didampingi orang tua (tapi ini cuma untuk usia SD, anak TK ga boleh menyalakan kompor.
  3. Boleh bermain petasan (saat musim panas) hanya jika ditemani orang tua.
  4. Pada saat terjadi kebakaran, anak tidak berusaha mematikan api sendiri.
  5. Segera meninggalkan lokasi kebakaran. Jika berada dlm ruangan, segera cari pintu keluar sambil menutup hidung dan membungkukkan badan. Asap berada di atas, karenanya kita perlu membungkukkan badan.
  6. Berteriak meminta pertolongan dengan suara nyaring, "Kebakaran! Tolong!"

Agar anak-anak tidak lupa akan nilai-nilai penting itu, hari ini dipraktekkan lagi latihan menyelamatkan diri saat kebakaran, dengan menggunakan ruang perpustakaan yang penuh dengan "asap". Asap itu dibuat dari tepung vanila.

Aku menemani Hiro sambil menggandeng tangannya. Dia menutup hidungnya dengan sapu tangan saat melewati ruang perpustakaan. Kami berjalan merunduk-runduk, hampir tidak dapat melihat apa-apa selain asap vanila ini. Akhirnya bisa keluar juga...

Setelah usai latihan ini, beberapa anak menjadi lapar karena bau vanila ini. ”いい匂い。バニラの味。。。アイスクリーム食べたい!”(Wangi, rasa vanila... jadi pengen makan ice cream!), kata Miyuu-Chan, teman Hiro. Wah.. wah.. bukannya takut atau panik, latihan ini menimbulkan lapar. Hari ini meninggalkan kesan mendalam buat anak-anak.

2009年6月11日木曜日

Pelabuhan kota Tamano

Kota yang kami tinggali ini tidak banyak dikenal orang sperti Tokyo, Nagoya atau Hiroshima. Tidak ada tempat ramai spt Shinjuku atau Shibuya. Fashion juga tidak terlalu ramai disini. Hanya ada 1 mal di kota Tamano. Dan baru pada tgl 12 Juli ini akan diresmikan mal yg ke-2.

Yg menjadi daya tarik utama kota ini hanya pelabuhannya. Pada zaman dahulu, kota ini termasuk ramai sebagai jalan masuk utama dari pulau Shikoku menuju pulau Honshu dan sebaliknya. Dulu disini banyak penginapan dan bar. Walaupun masih ditemukan lokasi bar di dekat stasiun, namun sudah tidak seramai dulu.



Pelabuhan kota Tamano ditata cukup apik dan asri. Itu hanya sekitar 5 menit dari rumah kami dengan sepeda. Kami biasanya jalan-jalan ke pelabuhan di sore hari. Di musim panas ini, matahari tenggelam pada pukul 7.30 malam sehingga sore hari terasa sangat panjang jika dihabiskan di dalam rumah saja.
Sebulan sekali ada bazaar kecil disini. Setahun sekali diadakan pesta besar/festival pelabuhan. Pelabuhan dan sekitarnya mendadak ramai. Banyak pertunjukan dan jajanan disini. Lain kali akan kami masukkan foto-foto mengenai festival itu.





2009年6月8日月曜日

Angsa Putih Bengis dan Penyu Kecil Miyama Lake



Sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat bermain anak-anak, terdapat danau alami yang indah di perbukitan Miyama ini. Danau ini selalu menjadi tempat persinggahan bebek atau burung antar benua. Pada musim dingin lalu, kami menemukan ratusan bebek dari Rusia disini. Tapi di musim semi, mereka terbang lagi ke tempat yg lebih dingin.
Kemarin kami hanya menemui angsa putih yg terlihat sombong. Awalnya anak-anak ingin memberi makan ikan-ikan mas. Tp angsa ini rupanya lapar, dia mendatangi tempat kami, sehingga ikan-ikan menjauhi kami. Makanan ikan pun terasa enak buatnya, jadi dia yg mengahabiskan sebagian besar makanan yg dilemparkan anak-anak.
Beberapa penyu kecil mencari kesempatan untuk mendapatkan makanan juga. Angsa putih yg tidak ingin jatahnya tercuri, berulang kali mematukkan paruhnya ke kepala penyu-penyu ini. Tega sekali...









































Menjelang Senja di Miyama Park

Akhirnya anak-anak sembuh dari sakitnya. Ayah mereka begitu senang, karena bisa mulai bepergian lagi membawa mereka main di alam bebas. Tapi kami belum bisa pergi terlalu jauh, mengingat kondisi mereka yg baru saja sembuh. Bisa ditebak, pilihan kami jatuh ke Miyama Park (lagi dan lagi).Kami berangkat sesudah anak-anak tidur siang. Itu sekitar pukul 4 sore disini. Cuaca cukup panas. Walaupun sinar matahari sudah bergulir ke barat, udara masih terasa panas. Hmm.. sudah masuk musim panas di Jepang.
Langit cerah dengan sedikit berawan. Cukup banyak keluarga datang membawa anak-anak mereka kemari. Beberapa berani datang membawa anjing, walaupun ada larangan membawa anjing jalan-jalan di taman ini.




Senangnya melihat anak-anak kembali ceria. Hiro dengan semangat menaiki semua mainan. Si kecil Haruka masih sedikit pilih-pilih.



2009年6月2日火曜日

Anak-anak Terkena Demam Bersamaan

Apa yg terjadi jika anak-anak (kakak dan adik) terkena demam bersamaan? Pasti yang repot mamanya. Memang sulit menghindari penularan penyakit dari kakak ke adik, atau sebaliknya. Apalagi mereka tinggal serumah, tidur di tempat tidur yang sama, bermain dan melakukan aktivitas bersama-sama.
Anak-anak memang mudah terkena demam. Tapi tidak perlu kuatir, karena demam bukan penyakit berbahaya. Setahuku demam adalah reaksi pertahanan tubuh saat melawan infeksi. Jadi kita harus cari tahu apa yg menjadi penyebab utama munculnya demam.
Jangan terburu-buru memberikan obat penurun panas tanpa resep dokter. Biasanya di Indonesia, obat penurun panas dijual bebas di pasaran. Walaupun tidak berbahaya, bukan berarti kita meremehkan demam pada anak. Justru demam yang terlalu tinggi bisa melumpuhkan fungsi otak dan kegagalan fungsi tubuh yg lain.
Apalagi baru-baru ini daerah Osaka dan sekitarnya terjangkit flu babi yg memakan korban 200-an orang. Walaupun tidak semua tanda-tanda terjangkit flu babi ada pada demam Hiro, aku tetap berjaga-jaga.

Hiro terkena demam pada hari Minggu, 31 mei 2009. Karena panasnya semakin tinggi dan batuk-batuk yg tidak berhenti, aku meminta papanya untuk mengantarkan ke RS Shimin kota Tamano. Hari ini semua klinik dokter tutup karena hari libur. Setelah aku menempel kompres demam di dahi dan punggung Hiro, papanya mengantar Hiro ke RS di bagian UGD.
Dokter bilang Hiro terkena kaze/masuk angin. Ada 1 obat serbuk untuk 2 hari dan zayaku atau suppository (penurun panas yg dimasukkan dari anus). Biasanya panas akan turun dalam hitungan menit.
Tapi kali ini rupanya panas tidak mau pergi dari Hiro. Senin paginya, badannya masih hangat. Aku menelepon TK-nya untuk minta libur. Menjelang siang, Haruka pun mulai demam. Hari ini papanya sedang menjemput pekerja di Osaka Airport. Kami menunggu hingga sore sampai papanya datang dan mengantarkan ke dokter.
Puji Tuhan, dokter mengatakan (sekali lagi) jika anak-anak hanya terkena masuk angin. Mereka dapat 3 jenis obat yang sama, hanya beda takaran. Sekarang tinggal menunggu demam turun. Semalam demam mereka masih tinggi, bahkan sering terbangun dan mengigau. Aku pun sering terjaga untuk menjaga kompresnya tidak berpindah tempat dan banyak memberikan minum air putih.



2009年5月31日日曜日

Sabtu cerah di Miyama Park






Sabtu, 30 Mei 2009 kami memutuskan tidak pergi jauh-jauh membawa anak-anak bermain. Bulan ini kami sudah banyak sekali bepergian.


Perjalanan yg panjang tidak hanya memakan waktu dan biaya, tapi juga melelahkan. Biasanya napsu makan anak-anak menjadi berkurang karena lebih asyik bermain. Setelah sampai di rumah, mereka lebih suka tidur daripada makan. Ehmm.. ini tidak terlalu baik.


Akhirnya hari ini kami pergi ke Miyama Park, sekitar 15 menit dari rumah dengan mobil. Taman ini ada di atas gunung dengan luas hektaran. Banyak tempat yg bisa dilihat.


Ada taman bermain anak, lapangan golf, taman Inggris, danau, dan rental anjing. Sebulan 2 kali disini diadakan free market/bazaar oleh kumpulan petani daerah Okayama. Anda bisa menemukan aneka ragam sayur dan buah organik dengan harga yang relatif murah. Juga berbagai barang bekas dan unik dengan harga terjangkau.


Di Miyama Park ada sekitar 4000 pohon sakura dan ratusan jenis bunga yang ditanam bergantian sesuai musimnya. Awal musim semi kami telah datang kesini menikmati keindahan bunga sakura. Benar-benar pemandangan yang tidak ada di Indonesia, karena kami melihat ribuan pohon sakura berbunga. Bukit-bukit berwarna merah muda!


Hari ini ada banyak bunga liar berwarna kuning, aku sendiri tidak tahu namanya. Bunga ini mungkin mekar di sekitar bukit-bukit di area taman bermain anak-anak. Karena jenisnya liar, bunga ini tidak perlu disiram, dia tumbuh bebas dimana saja.

2009年5月28日木曜日

Hobi baru yang menyenangkan

Belakangan ini ada hal yg mengasikkan yg benar-benar menarik perhatianku. Lebih daripada browsing internet atau facebook sekalipun. Pagi-pagi setelah menyiapkan makan pagi dan tetek bengeknya, aku menyempatkan waktu menengok beranda belakangku. Seperti yg pernah kutulis sebelumnya aku telah menanam parika, mini tomato, daun bawang, dan beberapa jenis bunga. Kedua anakku ikut membantu menyiramnya setiap hari.

Awal gajian kemarin, aku menghabiskan beberapa ribu yen untuk membeli pot, benih sayur, bunga dan tanah subur. Ternyata berkebun itu mengasikkan. Dan toko bunga di kota Tamano ini menyediakan semua yg aku butuhkan. Aku membeli bibit strawberi dan bluberi, lalu benih caisim, jagung, bunga lavender, bunga matahari dan kacang panjang.

Sekarang beranda tidak cukup lagi menampung semuanya. Beberapa aku tanam di pekarangan luar. Apartemen tua kami memang memiliki pekarangan yang cukup luas. Seminggu yg lalu masih berupa semak belukar yang "mengerikan" dan bau, karena banyak kotoran anjing dan kucing. Sebelumnya aku sering mengeluh karena banyak orang yg jalan-jalan membawa anjingnya sengaja mampir ke pekarangan apartemen untuk buang kotoran. Untungnya pihak penyewa apartemen menebas semua semak belukar dan membersihkannya.

Masuk musim panas ini, kedua anak kami menjadi senang main di luar. Pekarangan yg bersih akan membuat mereka nyaman bermain bebas. Hiro senang sekali meniup balon busa sabun dan haruka akan berlari-lari menangkapnya. Sementara aku ada di dekat mereka sambil mengurus kebun baruku.