
2009年6月26日金曜日
Membuat Taman Di Dalam Ruangan

2009年6月13日土曜日
Kunang-kunang di Malam Hari
Pernah melihat kunang-kunang? Pada waktu kecil, aku sering melihatnya terbang di waktu malam di depan rumah. Aku bisa menangkapnya dengan tangan. Dan rasanya tidak ingin kulepaskan lagi, karena dia begitu menakjubkan bagiku. Bagaimana binatang yg begitu kecil bisa mengeluarkan cahaya dari ekornya? Di masa itu aku tinggal di kota kecil Jatibarang. Rumah orang tuaku berada di pinggir kota. Di sekitar rumah kami ada sawah, sungai, dan empang udang. Setelah pindah ke Tangerang, aku tidak pernah melihat kunang-kunang lagi.
Bertahun-tahun kemudian, aku bisa melihatnya lagi. Rasanya hampir tidak percaya kemarin malam aku bisa melihatnya di Jepang. Kami berkendara mobil sekitar 10-15 menit menuju sungai di pinggir hutan. Itu sekitar pukul 8 malam. Kenalan kami, Sogo-san dan Makino-san, yang mengantar kami kesini.Bagi Hiro dan Haruka ini kali pertama mereka melihat kunang-kunang. Ayahnya menangkap 1 ekor, supaya mereka bisa melihat lebih dekat. Selain kami, ada beberapa keluarga lainnya yang datang. Wuah, ternyata banyak yang berminat melihat binatang unik ini, sampai jauh-jauh ke pinggir hutan padahal sudah malam. Orang tua yg lain pun berusaha menangkapkan kunang-kunang untuk anaknya. Bagus juga cara orang Jepang mendidik anaknya mencintai alam. Mereka mau meluangkan waktunya untuk mengantar anaknya mempelajari sesuatu langsung ke habitatnya.
Malam ini kami melihat banyak kunang-kunang beterbangan di sekitar sungai. Makino-san mengatakan bahwa minggu kemaren dia melihat lebih banyak lagi kunang-kunang disini, pada saat dia mengantar ke-2 cucunya. Rupanya musim kunang-kunang hampir berakhir. Akhir Juni ini, kunang-kunang sudah tidak ada di sungai ini. Umurnya singkat, namun cahanyanya mengandung daya tarik. Alangkah baiknya jika hidup kita seperti kunang-kunang. Walaupun umur kita singkat di dunia ini, namun kehadiran kita dapat membawa terang di tengah kegelapan.Foto-foto diambil dari http://www.yosotravel.com
Latihan Penyelamatan Diri
Di TK Hiro 1x dalam sebulan diadakan hinan kunren. Pada bulan pertama, Hiro cukup panik mendengar suara sirene disusul suara Kepala TK yg mengumumkan, "Bahaya! Bahaya! Kebakaran! Semua keluar dari kelas!" Lalu tiap wali kelas akan memimpin anak-anak berbaris menuju gerbang sekolah. Walaupun dlm keadaan darurat, anak-anak diminta tenang kemudian mengeluarkan sapu tangan untuk menutup hidung, dan keluar dengan tertib. Mereka dilarang panik dan berebutan keluar, oleh karena itu setiap bulan diadakan latihan ini.


Jumat, 12 Juni 2009 para orang tua diminta hadir dalam latihan penyelamatan diri di TK. Kali ini 2 orang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran datang memberikan arahan dan tayangan video tentang kebakaran. Tayangan video singkat yang dikemas dalam bentuk anime ini mengandung nilai penting, spt :
- Anak-anak tidak boleh bermain api.
- Tidak boleh menyalakan kompor tanpa didampingi orang tua (tapi ini cuma untuk usia SD, anak TK ga boleh menyalakan kompor.
- Boleh bermain petasan (saat musim panas) hanya jika ditemani orang tua.
- Pada saat terjadi kebakaran, anak tidak berusaha mematikan api sendiri.
- Segera meninggalkan lokasi kebakaran. Jika berada dlm ruangan, segera cari pintu keluar sambil menutup hidung dan membungkukkan badan. Asap berada di atas, karenanya kita perlu membungkukkan badan.
- Berteriak meminta pertolongan dengan suara nyaring, "Kebakaran! Tolong!"
Agar anak-anak tidak lupa akan nilai-nilai penting itu, hari ini dipraktekkan lagi latihan menyelamatkan diri saat kebakaran, dengan menggunakan ruang perpustakaan yang penuh dengan "asap". Asap itu dibuat dari tepung vanila.
Aku menemani Hiro sambil menggandeng tangannya. Dia menutup hidungnya dengan sapu tangan saat melewati ruang perpustakaan. Kami berjalan merunduk-runduk, hampir tidak dapat melihat apa-apa selain asap vanila ini. Akhirnya bisa keluar juga...
Setelah usai latihan ini, beberapa anak menjadi lapar karena bau vanila ini. ”いい匂い。バニラの味。。。アイスクリーム食べたい!”(Wangi, rasa vanila... jadi pengen makan ice cream!), kata Miyuu-Chan, teman Hiro. Wah.. wah.. bukannya takut atau panik, latihan ini menimbulkan lapar. Hari ini meninggalkan kesan mendalam buat anak-anak.
2009年6月11日木曜日
Pelabuhan kota Tamano
Yg menjadi daya tarik utama kota ini hanya pelabuhannya. Pada zaman dahulu, kota ini termasuk ramai sebagai jalan masuk utama dari pulau Shikoku menuju pulau Honshu dan sebaliknya. Dulu disini banyak penginapan dan bar. Walaupun masih ditemukan lokasi bar di dekat stasiun, namun sudah tidak seramai dulu.
2009年6月8日月曜日
Angsa Putih Bengis dan Penyu Kecil Miyama Lake


Sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat bermain anak-anak, terdapat danau alami yang indah di perbukitan Miyama ini. Danau ini selalu menjadi tempat persinggahan bebek atau burung antar benua. Pada musim dingin lalu, kami menemukan ratusan bebek dari Rusia disini. Tapi di musim semi, mereka terbang lagi ke tempat yg lebih dingin.
Menjelang Senja di Miyama Park
Kami berangkat sesudah anak-anak tidur siang. Itu sekitar pukul 4 sore disini. Cuaca cukup panas. Walaupun sinar matahari sudah bergulir ke barat, udara masih terasa panas. Hmm.. sudah masuk musim panas di Jepang.


