2016年6月9日木曜日
I'm back
Blog ini terakhir cerita tentang kehidupan kami di kota Tamano - Okayama. Sekarang kami tinggal di Osaka. Dan awal tahun ini kami punya anggota baru. Kenalin ya anak bungsu, namanya Hikaru. Hiro, Haruka, Hikaru... awalan H semua heheee....
2010年7月16日金曜日
Uno Matsuri (Festival Pelabuhan Uno)
2010年2月10日水曜日
I miss Indonesian Food so much
Masakan Jepang pun sebenarnya enak, tapi tetap saja lidah ini ingin kembali merasakan rasa eksotik masakan Indonesia. Hmmm, kenapa tidak mencoba bikin sendiri?
Ternyata tetap bisa bikin masakan Indonesia dengan bumbu Jepang kok.
Ini dia Mi Goreng. ミゴレンですよ!
Wow, akhirnya bikin pastel, walaupun harus menghabiskan waktu jam di dapur! 三時間かけてパステルが出来上がりました!いただきます!!
2010年2月5日金曜日
Nasi kuning
Akhirnya bikin nasi kuning juga
Saya dapat resepnya dari internet. Ternyata banyak sekali resepnya, bumbunya beda-beda, cara bikinnya jg macem-macem.
Saya pilih yang tidak pakai santan, tp banyak isinya (udang, ayam, telur puyuh).
Tidak ribet, semua bahannya ada di Jepang. Tidak perlu pakai pandan, salam, daun jeruk, ja...he, dll segala. Hanya pakai kunyit bubuk, garam, merica, air jeruk nipis.
Ternyata setelah dicoba rasanya enak sekali. Well, saya tidak akan share masakan yg tidak saya coba sendiri.
Mantap, silahkan yg mau coba bikin...
Bahan
4 sendok makan minyak sayur
4 siung bawang putih, cincang halus
100 gram bawang bombay, cincang halus
2 batang daun bawang, potong ukuran 2 cm
100 gram paprika merah, buang bijinya, potong bentuk dadu (saya tidak pakai krn tdk sempat beli)
200 gram daging ayam, potong bentuk dadu
200 gram udang kecil
500 gram beras, cuci, tiriskan
1 sendok teh merica bubuk
2 sendok teh garam
1 sendok makan air jeruk nipis
750 cc kaldu ayam
1 sendok teh kunyit bubuk, cairkan dengan sedikit air
20 butir telur puyuh, rebus, kupas
75 gram daging sapi asap, iris tipis memanjang (tp saya tidak pakai)
3 sendok makan bawang merah goreng
Cara
1. Panaskan minyak sayur, lalu masukkan bawang putih dan bawang bombay, tumis hingga harum dan layu.
2. Masukkan daun bawang dan paprika merah, aduk rata, masak hingga layu, lalu tambahkan daging ayam dan udang, aduk rata, masak hingga kaku.
3. Masukkan beras, aduk hingga terlumuri rata oleh minyak sayur, lalu tambahkan garam, merica bubuk, dan air jeruk nipis, aduk rata.
4. Masukkan kaldu ayam dan air kunyit, aduk rata, masak hingga mendidih dan kaldu ayam terserap habis oleh beras, matikan api, lalu tambahkan telur puyuh dan daging sapi asap, aduk rata.
5. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit hingga matang, angkat, lalu taburi dengan bawang merah goreng di atasnya, sajikan.
2010年1月11日月曜日
2009年12月25日金曜日
MERRY CHRISTMAS
2009年12月24日木曜日
Satu Kisah Dalam Hidupku
2 bulan lalu aku punya kisah gembira yang berakhir menjadi "kisah sedih". Aku hamil anak ketiga kami. Sampai pada usia kandungan 6 minggu, dokter belum menemukan tanda-tanda pertumbuhan pada embrio. Dokter memberi waktu seminggu lagi untuk memastikan "keberhasilan" kehamilanku.
Teman-temanku, para ibu yang biasa mengantar anak-anak ke TK, memeberikan dukungan atas kehamilanku ini. Pada usia kandungan kecil memang biasanya ditemukan kasus embrio "bermasalah", seperti ukuran yang kecil, letak yang tidak tepat, bentuk yang aneh, dll. Seiring pertumbuhan waktu, embrio akan mengalami perkembangan normal menjadi bayi.
Sahabatku, Elies, memberikan dukungan doa dan banyak nasehat. Tetap percaya bahwa jika Tuhan yang menaruh anak ini, Dia yang akan menjaganya sampai lahir. Aku menaruh percaya bahwa Tuhan akan membuat mujizat. Aku berharap Dia akan merubah diagnosa dokter, sehingga dokter akan melihatnya sebagai keajaiban dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.
Aku menganggap ini sebagai tantangan imanku, apakah aku bisa tetap percaya Tuhan bekerja atau tidak.
Seminggu kemudian di ruang kebidanan dan kandungan, dokter kembali mengatakan hal yang sama. Embrionya sama sekali tidak berkembang. Jika dibiarkan ini bisa membahayakan. Dengan sangat menyesal, dokter berkata bahwa kehamilanku gagal. Dia menetapkan minggu depan untuk operasi, tapi aku masih ragu-ragu akan ucapannya. Akhirnya dokter memberi waktu seminggu lagi. Aku tidak mengerti urusan medis sama sekali, dan aku tahu dokter Jepang bisa dipercaya. Tapi aku tidak mau gegabah. Aku takut melakukan kesalahan yang fatal terhadap bayiku.
Aku pernah mendengar kisah dari Indonesia, dimana kisahnya mirip dengan yang aku alami. Pada usia kehamilan 6 minggu kehamilan, ibu XX mengalami pendarahan sehingga dia memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter mengatakan bayinya tidak sempurna dan tidak terdengar detak jantungnya. Besok harus segera dioperasi, karena jika ditunda akan pendarahan yang lebih parah. Tapi si Ibu XX ini tidak segera percaya, dia berdoa bersama suaminya dan sepakat mencoba ke dokter yang lain. Ternyata dokter yang lain mengatakan kabar baik. Bayinya tidak kenapa-napa, bahkan sudah terdengar detak jantungnya. Ibu XX bersyukur dia tidak segera menuruti perkataan dokter pertama, sehingga dia tidak harus kehilangan bayinya secara sia-sia.
Satu doaku supaya Tuhan bekerja mendatangkan yang terbaik buat bayi kami, aku dan keluarga kami. Aku hanya bisa melakukan bagian yang bisa aku lakukan, yaitu berdoa. Biarlah Tuhan yang menentukan. Aku ingat suatu sore, sebelum aku mengalami pendarahan, aku memuji dan menyembah Dia dalam bahasa Roh. Saat itu tiba-tiba aku menangis, hatiku menjadi sangat sedih, seperti akan kehilangan sesuatu. Aku hanya bisa menyanyikan pujian ini berulang-ulang, "Kerajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu jadilah, di bumi sperti di Sorga." Dan air mataku bercucuran, hatiku seperti teriris perih, tapi aku tidak tahu kenapa... Aku hanya berserah pada Tuhan. Biarlah terjadi yang terbaik buat aku, bayiku dan keluargaku.
Besoknya aku mengalami pendarahan. Aku sangat terkejut, tapi aku menguatkan hati. Apakah ini jawabannya? Aku menenangkan diri kemudian menelepon dokter. Dokter dengan santai mengatakan pendarahan ini pertanda keguguran dari kehamilan yang gagal. Embrio yang tidak terbentuk sempurna itu akhirnya keluar dengan sendirinya. Karena itu hari Jumat sore, sedangkan besoknya secara berturut-turut hari libur hingga Senin, dokter menjadwalkan hari Selasa untuk operasi (baca: kuret).
Selama 5 hari itu, pendarahan terus terjadi tanpa ada hal yang bisa kulakukan untuk mencegahnya. Aku sedikit mengeluh mengapa dokter Jepang tega membiarkan aku dalam kondisi pendarahan dan sakit seperti ini, hanya karena hari libur (Sabtu-Minggu-Senin). Kenapa tidak langsung saja Jumat malam atau Sabtu pagi? Jika di Indonesia, mungkin ada banyak dokter kandungan yang siap melayani selama kita bayar penuh. Tapi mungkin ini sudah jalan yang harus kuhadapi.
Selama hari-hari yang berat dimana kondisi badanku lemah (namun anak-anak dan kondisi rumah yang tetap minta perhatianku), secara tidak langsung membuat perhatian rohaniku berpusat pada Bapa di Sorga. Karena aku sangat benar-benar membutuhkan kasih karunia. Saat aku tidak bisa bergantung pada manusia, aku mencari pertolongan kepada Tuhan. Ini membuat aku lebih banyak berdoa (berbicara kepada Tuhan). Jika kurenungkan sekarang, masa-masa itu Tuhan ijinkan agar aku dekat dan semakin mengenal-Nya.
Akhirnya tiba hari itu. Hari Selasa, 24 November 2009. Tepat sebulan yang lalu. Aku dikuret di Rumah Sakit Rakyat (市民病院 :shimin byouin) kota Tamano jam 1 siang. Datang dari jam 9 pagi, setelah menitipkan Hiro dan Haruka di penitipan anak (保育園 :hoikuen), diantar suami tercinta. Aku bersyukur suamiku sangat setia dan tegar menemaniku hari ini.
Walaupun secara akal pikiran sulit mengerti jalan Tuhan, aku belajar bersyukur dan menerima bahwa memang ini yang terbaik. Pencobaan yang aku alami pasti tidak akan melebihi kekuatanku. Segala kehormatan dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus yang telah memberikan kekuatan bagiku dalam menghadapi hal ini. Terima kasih, Tuhan.
2009年12月18日金曜日
入園からヒロの初めての冬 : MUSIM DINGIN PERTAMA HIRO SEJAK MASUK TK
けど、生活のリズムをつくって遅れないように頑張ります!!
Tinggal 1 bulan lagi tersisa di tahun ini. Ini musim dingin pertama Hiro sejak masuk TK. Tahun lalu, kami keluar rumah hanya setelah matahari bersinar panas. Berarti menunggu sampai sekitar jam 10-11 siang. Bangun pagi dan keluar rumah saat pagi sangat berat. Dingin benar-benar menggigit.
Tapi demi kelancaran sekolah Hiro, kami harus semangat menjalaninya. Bulan ini ada Festival Anak dan Perayaan Natal di TK, Hiro semangat untuk merayakannya. Tidak boleh kalah oleh dingin, harus bisa melewatinya!!
Antar jemput dengan sepeda sangat melelahkan, ditambah udara yang dingin dan angin laut yang kencang, aku sempat berpikir betapa enaknya jika aku bisa menyetir mobil.
Yosss, semangat!! Pakai sarung tangan dan syal, juga selimut kecil untuk anak-anak, tiap hari harus berangkat sekolah. Anak-anak harus belajar teratur ke sekolah. Ini untuk kebaikan mereka juga.
2009年12月16日水曜日
Bye bye Muntaber
Seingatku pertama kali Hiro terkena diare saat dia masih berusia 9 bulan. Saat itu kami tinggal di Shizuoka. Sebagai ibu muda, aku sempat panik. Apalagi tiada keluarga yang bisa membantu. Saat itu Hiro baru lepas ASI sebulan sebelumnya. Dokter mengatakan diare ini bukan karena salah makan, tapi karena cuaca dingin. Ya, kuingat saat itu sekitar bulan Oktober, sudah mulai dingin di Shizuoka.
Kali ini diare disertai muntah-muntah. Bisa dibayangkan betapa repotnya... Anak-anak bahkan muntaber di tengah malam di atas tempat tidur. Aku sempat kehabisan handuk dan seprai. Beberapa kali mereka juga muntah di mobil papanya. Banyak sekali yang harus dibersihkan. Ditambah cuaca yang tidak mendukung. Mesin cuci dan mesin pengering tidak berhenti berputar.
Mungkin Hiro sudah terbiasa dengan diare, karena ketika di Indonesia dia pun pernah mengalaminya beberapa kali. Tapi ini diare pertama Haruka. Yah selama ini Haruka memang hampir tidak pernah sakit. Aku menebak ini berkat kekebalan tubuhnya yang baik. Haruka minum ASI penuh selama 2 tahun 3 bulan. Ditambah 3 bulan perpindahan dari ASI ke susu sapi. Saat pertama kali diare, Haruka menjerit cemas karena dia menjadi tidak bisa mengontrol buang airnya. Dia yang selama ini sudah bisa buang air di WC, tiba-tiba "bocor".... dia terus menangis sampai aku mengangkatnya ke WC dan melepas celananya. Dia memandang sedih celana dalamnya yang kotor. Aku menenangkannya sambil membersihkan semuanya.
Kira-kira 3-4 hari mereka sembuh berkat obat dokter. Selama itu aku menjauhkan mereka sementara dari makanan dan minuman kesukaan mereka. Seperti jus sayuran, buah-buahan dan yogurt. Memperbanyak karbohidrat. Setelah sembuh total mereka bisa kembali menikmati semuanya.
Untung sekarang mereka sudah sembuh. Napsu makan mereka pun kembali normal. Terima kasih, Tuhan.
2009年9月18日金曜日
Awal Musim Gugur
Kami masih bisa bermain di pantai pada minggu pertama bulan September.
いよいよ秋ですが、まだ海で遊べました。玉野市は他のところより暖かいと思います。今でもまだ25度です。
Minggu kedua bulan September, kami berwisata naik bukit kecil di daerah Uno. Dari rumah kami naik sepeda, dilanjutkan berjalan kaki sampai ke atas. Diawali dengan rimbunnya pohon bambu, beberapa petak kuburan penduduk setempat, dan pohon-pohon lainnya yang lebat. Terdengar kicauan burung dan gemericik air terjun di kejauhan di bawah kami. Tapi sayang kami tidak bisa mencapai lokasi air terjun, karena jalannya ditutup untuk umum. Beberapa kupu-kupu beterbangan di dalam hutan, memberi warna indah di sela-sela dedaunan yang hijau. Ya, daun-daun pepohonan masih hijau dan lebat seakan musim gugur belum menyentuh daerah ini.
9月13日に山登りしました。家から自転車で出発して、そのあと歩きました。最初は竹の森を通りました。上にあがるとちょうも見えました。
Bersyukur kepada Tuhan yang memberikan alam yang indah dan kesehatan kepada kami sehingga kami bisa menikmatinya. Di dalam hutan di puncak bukit ini, kami bisa menceritakan tentang binatang dan tumbuhan dengan lebih mudah. Anak-anak kami sangat menyukai perjalanan seperti ini.
Musim Panas Terlalu Pendek?
Kami telah ke pantai saat udara sangat panas....
夏休みはあっという間に終わりました。とても短かったと思いました。子供たち遊ばせて色々な所へ連れて行きました。例えば海。。。
暑い日に泳ぐときもちですね。
Berjalan-jalan di taman....
自然環境体験公園へ。。。
動物園も
井倉洞も
でも時期が終わって、新しい季節が来ました。秋にもいろいろな奇跡やが持ちます。
今年の秋こそ新しい経験をむかいましょう。
Masih ingin bermain di musim panas yang energik dan penuh keceriaan. Tapi waktunya sudah berakhir. Datanglah musim yang baru. Musim gugur pun menyimpan keajaibannya tersendiri. Ayo mencoba sesuatu yang baru di musim gugur tahun ini.
2009年9月10日木曜日
Satu Juta Pohon Bunga Matahari
電車で笠岡まで行きました。広い広いひまわり畑を見に行きました。一万本のひまわりが咲いていたが、残念ながら水がたりなかったのでほとんど下向いて元気ありませんでした。
Ada 1 juta pohon bunga matahari disini. Penyiraman terakhir lahan seluas 10 hektar ini akhir bulan Agustus lalu. Ketika kami datang tanggal 5 September, tanah telah menjadi kering kerontang dan ribuan bunga matahari menunduk ke bawah.
とても日差しが強い日でした。
Kami berkeliling mencari bunga yang masih segar. Hanya beberapa saja....
Tapi juga harus berhati-hati. Ribuan lebah berputar-putar di lahan ini.
蜂に刺されないように気お付けていました。
2009年9月1日火曜日
Sekolah lagi!!!
Pagi ini seperti biasanya tidak sulit membangunkannya. Dia akan terbangun sendiri dan melompat turun dari tempat tidur pada jam 7 pagi. Setelah makan pagi dan sikat gigi, aku mengganti pakaiannya. Ooopss... seharusnya sudah bisa berganti pakaian sendiri, tapi pagi ini aku sangat terburu-buru. Akhirnya 20 menit sebelum bel TK berbunyi, aku selesai mengangkut semua perlengkapan sekolah, menaikkan 2 anak di atas sepeda, dan mengayuhnya ke sekolah Hiro.
Untung semalam aku sudah menyiapkan semua barang yang harus dibawa ke sekolah pada hari pertama. Seperti uwabaki (上履き:sepatu khusus untuk di dalam ruangan), zabuton (座布団:bantal alas duduk), zoukin (雑巾:lap tangan) 3 lembar buatan sendiri, dan lain-lain. Total aku membawa 3 buah tas untuk memasukkan semuanya. Bisa dibayangkan betapa penuhnya keranjang sepedaku. Sambil mengayuh sepeda aku pun menggendong tasku sendiri, yang berisi dompet, ponsel, air minum Haruka dan handuk untuk menyeka keringat.
Tiba di sekolah Hiro menjadi sedikit gugup. Kepala Sekolah berdiri di depan gerbang menyalami setiap anak. Hiro sama sekali tidak bersuara, walaupun Kepala Sekolah menyapanya, "Ohayo, Hiro kun. Hisasiburi ne." Artinya: "Selamat pagi, Hiro. Lama tidak jumpa ya".
Aku membantunya meletakkan semua barang-barangnya. Hiro terlihat tegang, dia hampir-hampir tidak bergerak jika aku tidak menarik tangannya. Padahal sebelum natsu yasumi, dia terbiasa melakukannya sendiri. Beberapa anak kulihat menangis saat ditinggal ibunya pulang. Hmmm, rupanya anak-anak lain pun gugup setelah liburan panjang. Saat aku pamit pulang, Hiro hanya terdiam. Sampai aku melambaikan tangan di gerbang pun aku tidak melihatnya menangis. Puji Tuhan, aku bisa sedikit lega meninggalkannya. Pasti sebentar lagi dia akan terbiasa kembali dengan suasana sekolahnya. Satu jam lagi aku akan kembali menjemputnya. Pasti banyak cerita baru dari Hiro tentang liburan teman-temannya.
2009年8月30日日曜日
Lonely Week End
Jumat kemarin dia pamit untuk ke Tokyo selama 2 hari 2 malam. Kepergiannya atas undangan teman-teman dari KBRI untuk pentas kesenian di 2 tempat berbeda selama 2 hari (Sabtu dan Minggu). Dia akan memainkan kendang bersama seorang pemain lain memainkan Rampak Kendang. Ini adalah kesenian asli daerah Jawa Barat. Kalau aku ingat kembali ini pentas pertamanya setelah lulus pascasarjana. Berarti sudah 2 tahun lebih dia kembali tampil di atas panggung.
Malam ini dia akan kembali. Bahkan tinggal hitungan beberapa jam lagi. Aku sudah merindukannya (harap jangan mentertawakan aku ya :D). Anak-anak pun begitu. Tadi siang Hiro sudah mulai menangis mencari papanya.
Ini foto-foto ketika kami masih tinggal di Shizuoka. Selama itu permintaan untuk memainkan kendang Sunda datang hampir setiap saat. Baik untuk acara kampus maupun acara pertukaran kebudayaan di kota Shizuoka. Apalagi suami bergabung di Perkumpulan Pertukaran Kebudayaan milik Pemda setempat, ini membuat kesenian Indonesia dikenal oleh penduduk Shizuoka.
Selama ini orang menghubungkan kendang dengan dangdut. Walaupun pada masa kini, mulai banyak musik dangdut yang berkolaborasi dengan kendang tradisional sebagai instrumennya, sebenarnya kesenian Sunda tidak sama dengan dangdut. Kendang biasanya dipakai untuk jaipong dan pencak silat.
2009年8月28日金曜日
Misao Bokujo
Misao Bokujo didesain menjadi tempat singgah yang nyaman dan asri. Selain peternakan sapi dan toko gelato, ada juga kandang berbagai jenis burung (merak, merpati kipas, kakatua) dan bermacam-macam bunga yang cantik. Ada juga perosotan anak, sehingga ini segera menarik minat anak-anak kami begitu menginjakkan kaki ke tempat ini.
Baiklah, ini bagian yang paling mengasyikkan. Gelato! Dari 12 pilihan rasa, kami memilih strawberi (苺:ichigo), teh hijau (抹茶:maccha), coklat dan vanila.
Sebenarnya ada 2 rasa baru yang sedikit membuat kami terkejut, yaitu rasa tomat dan terong. Aku tidak tahu apakah ini memang rasa baru yang sedang dipromosikan atau sudah ada sejak lama.
Sebelum pulang kami menyempatkan waktu untuk mengunjungi peternakan sapi di dekat sini. Selain sapi sebagai modal utama gelato factory ini, juga ada beberapa kandang babi, kuda, kambing dan kelinci. Kami berhenti mengambil foto dan berganti ke handycam, karena terlihat sekali anak-anak kami sangat antusias melihat dari dekat hewan-hewannya.
2009年8月23日日曜日
Hanabi Matsuri
Kami datang pukul 5 sore ke Nadasaki Farmer's Market. Banyak tempat parkir ditutup dan dijaga polisi. Disisi jalan pun berderet-deret mobil atau motor patroli untuk mencegah parkir liar yang akan menyebabkan kemacetan di jalan. Kami mendapat tempat parkir 500 m dari tempat pesta kembang api.
Jika kami terlambat setengah jam saja, mungkin kami akan kehabisan tempat parkir, walaupun acara puncak baru akan dimulai pada pukul 8.30 malam.
Ini kali pertama Hiro dan Haruka melihat pesta kembang api. Mereka begitu senang melihat satu demi satu bunga api diluncurkan ke langit dan memancarkan cahaya berbagai warna.
Mungkin hasil foto suamiku tidak sebagus hasil fotografer profesional. setidaknya kami bisa mengabadikan momen ini untuk kenang-kenangan bagi kedua anak kami.
Puluhan atau mungkin ratusan kamera ikut mengabadikan momen ini. Area Farmer's Market yang sengaja dibuat gelap gulita mendadak menjadi terang terkena kilatan kembang api. Ratusan penduduk Tamano yang duduk menyaksikannya serentak berdecak kagum mengagumi keindahan bunga-bunga api ini.
Setengah jam terasa sangat singkat buat anak-anak kami yang telah menunggu selama berjam-jam disini. Malam itu hanya 1000 kembang api yang dinyalakan. Tapi ini sudah cukup menghibur penduduk kota Tamano yang terbilang kecil ini. Ingin menyaksikan yang lebih besar lagi? Besok akan pesta kembang api dengan 30.000 peluncuran di kota Takamatsu di pulau Shikoku. Hmmm... tapi kupikir kami tidak akan kesana, mengingat perjalanannya yang cukup jauh, harus ditempuh dengan feri dan bus. Mungkin jika musim panas tahun depan kami masih disini, kami bisa menyaksikannya lagi di Tamano. Siapa tahu?








